Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs) adalah serangkaian delapan tujuan pembangunan internasional yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 2000 untuk mengatasi tantangan global seperti kemiskinan, kelaparan, pendidikan, dan kesehatan. Tujuan-tujuan ini memberikan kerangka kerja bagi negara dan organisasi untuk berupaya meningkatkan kehidupan masyarakat di seluruh dunia.
Namun, seiring dengan semakin dekatnya batas waktu pencapaian MDGs pada tahun 2015, menjadi jelas bahwa kemajuan menuju banyak tujuan tersebut masih belum merata dan tantangan-tantangan global yang baru dan baru muncul tidak dapat diatasi dengan baik melalui kerangka kerja yang ada. Menanggapi hal ini, PBB mengadopsi Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030, yang mencakup Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) untuk melanjutkan kemajuan yang dicapai dalam MDGs dan mengatasi tantangan baru seperti perubahan iklim, kesenjangan, serta perdamaian dan keadilan.
Meskipun SDGs berhasil meningkatkan kesadaran dan memobilisasi tindakan pada skala global, masih terdapat kesenjangan dalam kerangka kerja yang perlu diatasi. Menanggapi hal ini, sekelompok ahli dan pemangku kepentingan dari seluruh dunia berkumpul untuk mengusulkan kerangka kerja baru untuk mengatasi tantangan global: MDG99.
MDG99 adalah kerangka kerja komprehensif dan ambisius yang bertujuan untuk melanjutkan keberhasilan MDGs dan SDGs sekaligus mengatasi keterbatasan dan kesenjangan dalam kerangka kerja yang ada. Kerangka kerja ini terdiri dari sembilan pilar utama yang berfokus pada berbagai aspek pembangunan global, termasuk pengentasan kemiskinan, pembangunan berkelanjutan, kesetaraan gender, serta perdamaian dan keamanan.
Salah satu ciri utama MDG99 adalah penekanannya pada inklusivitas dan partisipasi. Kerangka kerja ini mengakui bahwa untuk mengatasi tantangan global secara efektif, seluruh pemangku kepentingan – termasuk pemerintah, masyarakat sipil, sektor swasta, dan komunitas marginal – harus dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan. Pendekatan ini memastikan bahwa suara mereka yang paling terkena dampak tantangan global didengar dan solusinya disesuaikan dengan kebutuhan spesifik mereka.
Aspek penting lainnya dari MDG99 adalah fokusnya pada inovasi dan teknologi. Kerangka kerja ini menyadari bahwa untuk mengatasi tantangan global yang kompleks dan saling berhubungan secara efektif, diperlukan pendekatan baru dan inovatif. Hal ini termasuk memanfaatkan kekuatan teknologi dan data untuk mendorong kemajuan, serta mendorong penelitian dan pengembangan di berbagai bidang seperti energi terbarukan, layanan kesehatan, dan pertanian.
Secara keseluruhan, MDG99 mewakili pendekatan baru dan berpikiran maju untuk mengatasi tantangan global. Dengan memanfaatkan keberhasilan MDGs dan SDGs sekaligus mengatasi keterbatasannya, kerangka kerja ini memberikan peta jalan bagi negara dan organisasi untuk bekerja sama menuju masa depan yang lebih berkelanjutan dan adil bagi semua. Ketika kita terus menghadapi tantangan-tantangan kompleks dan saling terkait yang dihadapi dunia, MDG99 menawarkan kerangka kerja yang komprehensif dan inklusif untuk mencapai kemajuan yang berarti menuju dunia yang lebih adil dan sejahtera bagi semua.
